BANTEN (gerbangbanten.com) – Rabies masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia yang membutuhkan perhatian bersama. Memperingati Hari Rabies Sedunia setiap 28 September, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan maupun cakaran hewan yang berisiko menularkan virus rabies.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS,
mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah pertolongan pertama apabila mengalami gigitan hewan yang dicurigai dapat menularkan rabies.
Salah satu langkah penting yang harus segera dilakukan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Setelah itu, korban harus segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) sesuai hasil penilaian petugas kesehatan.
Langkah cepat tersebut sangat penting untuk mengurangi risiko penularan rabies. Masyarakat diingatkan agar tidak menunggu munculnya gejala sebelum mencari pertolongan medis.
Rabies merupakan penyakit akibat infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat. Penularannya dapat terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan, serta melalui cakaran atau luka yang terkontaminasi air liur.
Penyakit ini perlu diwaspadai karena ketika gejala klinis telah muncul, rabies hampir selalu berakibat fatal. Namun, penularannya dapat dicegah melalui penanganan luka yang tepat dan pemberian profilaksis pascapajanan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Jangan Anggap Sepele Gigitan Hewan
Dinkes Provinsi Banten menekankan bahwa setiap kasus gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies perlu ditangani dengan serius. Masyarakat tidak dianjurkan mengobati luka sendiri atau menunda pemeriksaan hanya karena luka terlihat kecil.
Setelah mencuci luka selama 15 menit, korban perlu segera memperoleh penilaian medis untuk menentukan tindakan selanjutnya, termasuk kebutuhan vaksin dan serum antirabies berdasarkan tingkat risiko paparan.
Jika memungkinkan, hewan yang menggigit dapat diamankan untuk kepentingan observasi dengan mengikuti arahan petugas kesehatan hewan. Observasi umumnya dilakukan selama 14 hari sesuai protokol yang berlaku di wilayah setempat.
Meski demikian, masyarakat tidak boleh menunda pemeriksaan medis sambil menunggu kondisi hewan diketahui. Penanganan terhadap korban harus dilakukan sesegera mungkin.
Vaksinasi Hewan Jadi Kunci Pencegahan
Upaya pencegahan rabies tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga pada kesehatan hewan. Pemilik hewan peliharaan, khususnya anjing dan kucing, diimbau melakukan vaksinasi rabies secara rutin melalui petugas kesehatan hewan.
Kesadaran pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi, menjaga hewan peliharaan, serta melaporkan kejadian gigitan kepada petugas merupakan bagian penting dalam memutus rantai penularan.
Pencegahan rabies membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari masyarakat, tenaga kesehatan, petugas kesehatan hewan, hingga pemerintah daerah.
Melalui momentum Hari Rabies Sedunia, Dinkes Provinsi Banten mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Pesan yang disampaikan jelas: rabies dapat dicegah jika masyarakat mengetahui risikonya dan bertindak cepat ketika terjadi paparan.
Sehatkan Masyarakat, Lindungi Hewan, Wujudkan Banten yang Lebih Sehat.( Adv )





