Jogya Women’s Open TourTurnament Softball Jadi Terobosan Pembinaan Atlet, Ditargetkan Berlanjut sebagai Agenda Tahunan

YOGYAKARTA, (gerbangbanten.com) — Turnamen sofbol putri yang digelar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan pembinaan atlet sofbol di Tanah Air.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I KONI Pusat, Mayjend TNI (Purn) Suwarno, saat membuka turnamen yang diselenggarakan PT SIMS yang digawangi Gugun Yudinar.

Hadir pula dalam pembukaan Jogya Open Tournament Softball di Lapangan Sofbol Universitas Negeri Yogyakarta, Jumat (11/9) Dekan UMY dan Wakil Ketua Umum I KONI DIY Prof. Rumpis Agus Sudarko.

Menurut Suwarno kompetisi seperti ini penting untuk membuka kembali ruang bagi atlet sofbol mendapatkan pengalaman bertanding setelah cukup lama minim kompetisi.

“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga pengembangan olahraga sofbol di Tanah Air. Apalagi sudah lama tidak ada kompetisi di sini. Terima kasih kepada penyelenggara PT SIMS,” ujar Suwarno.

Ia menilai kesempatan tersebut harus dimanfaatkan para atlet untuk meningkatkan kemampuan dan membangun prestasi olahraga dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Suwarno juga berharap turnamen tersebut dapat berjalan secara konsisten dan ke depan menjadi agenda tahunan.

“Kalau berjalan dengan baik, ini akan menjadi agenda tahunan. Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Jangan bicara menang atau kalah. Ini merupakan terobosan untuk pembinaan atlet ke depan,” pungkasnya.

Menurutnya, pembinaan melalui kompetisi menjadi bagian penting dalam menyiapkan atlet-atlet baru menuju level nasional. Ia pun meminta para peserta untuk serius menjalani latihan.

“Saya sampaikan kepada atlet, kalian adalah calon atlet nasional. Kalau latihan sungguh-sungguh, pasti bisa,” tutur Suwarno.

Sementara itu, Gugun Yudinar dari PT SIMS selaku penyelenggara mengatakan turnamen tersebut merupakan kompetisi pertama yang secara khusus digelar untuk kategori putri.

Sofbol sendiri lanjut Gugun merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di level Olimpiade sehingga pembinaan atlet putri dinilai perlu mendapat perhatian lebih.

Gugun mengatakan, penyelenggaraan turnamen ini juga dilatarbelakangi hasil pemantauan terhadap perkembangan sofbol di kawasan Asia Tenggara. Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara seperti Filipina, Thailand, dan Singapura.

“Berdasarkan hasil pemantauan SEA Games Thailand tahun 2025, kita masih berada di posisi bawah, tertinggal satu level dari Malaysia dan jauh dari Filipina, Thailand, serta Singapura,” jelasnya.

Karena itu, turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mencetak atlet-atlet nasional baru sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain.

“Saya berharap melalui turnamen ini bisa menghasilkan atlet-atlet nasional yang baru dan memberikan pengalaman bertanding,” kata Gugun.

Antusiasme peserta terhadap kompetisi ini juga disebut cukup tinggi. Gugun mengungkapkan, kuota peserta bahkan telah terpenuhi hanya dalam waktu sekitar dua pekan setelah peluncuran turnamen.

“Ini di luar dugaan saya. Dua minggu setelah launching, slotnya sudah penuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, peserta pada penyelenggaraan perdana memang masih terbatas pada enam klub. Namun, jumlah peserta diharapkan dapat bertambah pada penyelenggaraan berikutnya.

“Tidak hanya enam klub. Insya Allah tahun depan akan lebih banyak lagi,” katanya.

Penyelenggara berharap kompetisi ini tidak berhenti sebagai turnamen perdana, melainkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan.

Dengan demikian, kompetisi dapat menjadi wadah pembinaan sekaligus memperbanyak jam terbang atlet sofbol putri Indonesia untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Selain menjadi ajang perebutan prestasi, turnamen ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan sofbol putri di Indonesia melalui kompetisi yang rutin, terukur, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Pos terkait