TANGERANG, (Gerbang Banten) – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang Batuceper menggelar kegiatan promotif dan preventif berupa Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) pada Kamis (22/10/2026), bertempat di Hotel Novotel Tangerang.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang mewakili 25 perusahaan binaan terpilih di wilayah Kota Tangerang, khususnya perwakilan dari bagian Human Resources Development (HRD), Health, Safety, and Environment (HSE), serta person in charge (PIC) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari masing-masing perusahaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, serta Wakil Kepala Pelayanan Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Mangasa Laurensius Oloan.
Kehadiran jajaran Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan upaya promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan kesadaran perusahaan akan pentingnya penerapan SMK3 guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja, mengendalikan risiko kecelakaan kerja, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Melalui kegiatan ini, perusahaan diharapkan mampu memperkuat penerapan prinsip K3 secara sistematis dan berkelanjutan di lingkungan kerja masing-masing.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Batuceper, Hazairin Hasan, menyampaikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan langkah penting bagi perusahaan dalam melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan operasional usaha.
Menurutnya, upaya pencegahan kecelakaan kerja perlu menjadi bagian dari budaya perusahaan dan tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan kewajiban terhadap regulasi.
“Melalui pelatihan implementasi SMK3 ini, kami berharap perusahaan semakin memahami pentingnya membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang kuat. K3 bukan hanya mengenai kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga bentuk tanggung jawab perusahaan dalam melindungi pekerja. Dengan pengelolaan risiko yang baik, potensi kecelakaan kerja dapat ditekan dan lingkungan kerja yang aman serta produktif dapat diwujudkan,” ujar Hazairin.
Ia menambahkan bahwa pendekatan promotif dan preventif menjadi bagian penting dalam mendukung perlindungan pekerja.
Selain memberikan perlindungan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran perusahaan dalam mengidentifikasi serta mengendalikan potensi bahaya di tempat kerja.
“Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan, dan para ahli di bidang K3 sangat diperlukan untuk mendorong penerapan sistem keselamatan kerja yang lebih efektif. Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing, sehingga upaya pencegahan kecelakaan kerja dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan,” tambahnya.
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang bertujuan mengendalikan risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna menciptakan tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.
Penerapannya mencakup penyusunan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, hingga peningkatan kinerja K3 secara berkelanjutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta, pelatihan ini menghadirkan Dannial Mubarak, praktisi K3 dari Pusat Kajian dan Terapan K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), sebagai narasumber.
Dalam sesi pemaparan, peserta memperoleh pembekalan mengenai implementasi SMK3, identifikasi potensi bahaya, penilaian risiko, serta strategi pengendalian risiko dan pencegahan kecelakaan kerja yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan.
Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti pemaparan materi dan berdiskusi langsung dengan narasumber.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan seputar tantangan penerapan K3 di perusahaan serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Batuceper berharap perusahaan binaan semakin berkomitmen dalam menerapkan SMK3 secara konsisten dan menjadikan keselamatan serta kesehatan kerja sebagai bagian integral dari budaya perusahaan. Dengan penguatan upaya promotif dan preventif, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung perlindungan pekerja secara berkelanjutan.






