CILEGON, (gerbangbanten.com) — Kota Cilegon terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui perluasan akses layanan perpajakan. Hal ini ditandai dengan peresmian Gerai Samsat Kecamatan Cibeber oleh Wali Kota Cilegon pada Jumat (24/4/2026).
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa kehadiran gerai Samsat di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. “Layanan yang lebih dekat diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Dengan kemudahan akses ini, kita optimistis penerimaan pajak daerah akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Robinsar menyebutkan, capaian penerimaan dari layanan yang ada saat ini telah menunjukkan tren positif, dan ke depan akan terus dioptimalkan melalui inovasi pelayanan yang lebih terintegrasi.
Robinsar juga mengungkapkan rencana pengembangan konsep pelayanan terpadu yang menggabungkan berbagai jenis pajak dalam satu lokasi. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan ramah masyarakat. “Kita arahkan ke sistem satu pintu, sehingga masyarakat cukup datang ke satu tempat untuk menyelesaikan berbagai urusan pajak, baik pajak kendaraan maupun Pajak Bumi dan Bangunan,” jelasnya.
Sebagai bentuk penguatan strategi, Pemerintah Kota Cilegon juga akan melakukan pendataan wajib pajak secara lebih intensif hingga ke wilayah kecamatan. Pendekatan jemput bola akan diterapkan guna menjangkau masyarakat yang belum terdata maupun yang masih menunggak pajak.
Di sisi lain, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten Rd. Berly Rizki Natakusumah menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Pemkot Cilegon dalam memperluas jangkauan layanan pajak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan potensi pendapatan. “Sinergi ini menjadi kunci. Pemerintah kabupaten/kota melakukan pendataan, sementara provinsi melanjutkan proses penagihan. Dengan pola ini, potensi yang ada dapat dimaksimalkan,” ujarnya.
Berly juga menambahkan bahwa potensi penerimaan pajak kendaraan di Provinsi Banten masih cukup besar, mengingat masih terdapat jutaan kendaraan yang belum sepenuhnya memenuhi kewajiban pajaknya.
Sementara itu, Kepala Samsat Kota Cilegon, TB Moh. Kurniawan, menjelaskan bahwa keberadaan gerai Samsat di Kecamatan Cibeber menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan sekaligus mendekatkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan jumlah kendaraan di Kota Cilegon yang mendekati 250 ribu unit dan masih adanya puluhan ribu tunggakan, kehadiran gerai ini menjadi solusi untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak,” jelasnya.
Berly menambahkan, ke depan pihaknya akan mengoptimalkan pelayanan lapangan melalui kunjungan langsung kepada wajib pajak yang menunggak, setelah dilakukan validasi data secara menyeluruh. “Petugas akan turun langsung untuk memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat, sehingga kesadaran membayar pajak dapat terus meningkat,” pungkasnya. (*)






