BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Tangerang Selatan Ciputat terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi jaminan sosial, khususnya di lingkungan akademis. Bertempat di Universitas Mercu Buana, BPJS Ketenagakerjaan memberikan kuliah umum bertajuk Resonan Pemuda 2026 guna meningkatkan literasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi civitas akademika, Senin (06/07/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa Universitas Mercu Buana ini turut dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ahmad Mulyana, M.Si., serta Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Ciputat, Lini Septiana, yang bertindak sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperluas wawasan para mahasiswa, sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap berbagai isu sosial dan ketenagakerjaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Lebih dari itu, bekal pemahaman ini diharapkan dapat melahirkan lulusan yang lebih matang dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Sinergi dan Kolaborasi Nyata Ekosistem Perguruan Tinggi
Dalam pemaparannya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan dinilai sebagai langkah konkret dalam memastikan seluruh ekosistem kampus—khususnya mahasiswa—mendapatkan perlindungan maksimal. Terdapat tiga pilar utama bentuk kolaborasi ini:
Sinergi Regulasi dan Edukasi: Pemerintah hadir menyediakan payung hukum perlindungan jaminan sosial, sementara perguruan tinggi berperan aktif sebagai fasilitator yang mengedukasi serta memastikan kepatuhan pendaftaran mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja atau kegiatan lapangan.
Hilirisasi Keselamatan Belajar: Universitas bertanggung jawab atas penempatan akademik, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan hadir menanggung penuh risiko finansial apabila terjadi kecelakaan kerja atau risiko meninggal dunia selama mahasiswa menjalankan program akademik.
Eliminasi Hambatan Masa Depan: Sinergi ini memastikan bahwa musibah atau insiden tak terduga di lapangan tidak sampai memutus keberlanjutan studi mahasiswa maupun mengganggu stabilitas ekonomi keluarga mereka.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Ciputat, Lini Septiana, menegaskan pentingnya perlindungan ini bagi para mahasiswa yang sedang menempuh program praktis seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Magang, maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Perguruan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan berkolaborasi nyata dalam menjamin keselamatan mahasiswa yang menjalankan program KKN, Magang, atau PKL. Melalui sinergi ini, universitas bertindak sebagai fasilitator edukasi sementara pemerintah menyediakan payung hukum perlindungan jaminan sosial. Langkah preventif ini memastikan seluruh risiko finansial akibat kecelakaan kerja atau kematian selama masa studi sepenuhnya ditanggung oleh negara,” ujar Lini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat tertanam sejak dini di lingkungan kampus, sehingga mahasiswa tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga terlindungi secara finansial saat mulai berkarya di masyarakat.






