Pandeglang, (Gerbangbanten.com)- Perundungan (bullying), broken home atau kondisi keluarga yang tidak harmonis dan tekanan dalam belajar (stress akademik) menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan mental bagi siswa. Jika hal ini dibiarkan akan memicu kecemasan dan luka psikologis. Demikian disampaikan Pupu Muflihatun salah satu penyuluh dari Puskesmas Bangkonol Kecamatan Koroncong Pandeglang ketika mengadakan penyuluhan tentang pelaksanaan First Aider P3LP (Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis) di SMP Islam Insan Cerdas, Kamis (21/5/2026).
Lebih lanjut Pupu Muflihatun menjelaskan pentingnya pertolongan pertama pada anak yang mengalami luka psikologis. Menurutnya P3LP merupakan bantuan psikologis paling dasar dan sederhana bagi orang-orang yang mengalami krisis. “P3LP bukan konseling, P3LP adalah upaya penanganan cepat sebelum konseling diperlukan”. Ujarnya.
Dalam kesempatan ini pula disampaikan beberapa teknik stabilisasi emosi yang diperkenalkan kepada para siswa, diantaranya teknik pernapasan kontak yaitu berupa relaksasi melalui pernapasan, teknik pelukan kupu-kupu dan teknik 5-4-3-2-1.
Sementara itu Kepala Sekolah SMP Islam Insan Cerdas yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Makhzanul Adzkia Mohamad Hopip mengapresiasi kegiatan pembinaan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Bangkonol. Menurutnya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya siswa terlebih bagi siswa yang tinggal di Pondok Pesantren. “Tinggal di Pesantren itu tidak mudah, selain karena jauh dari keluarga yang menyebabkan homesick atau perasaan rindu pada keluarga dirumah, padatnya aktifitas belajar yang dirancang selama tinggal di Pesantren sering menyebabkan anak menjadi stress, oleh karena itu kegiatan sosialisasi P3LP memberikan pembelajaran baru bagi santri dalam mengantisipasi berbagai krisis yang terjadi selama tinggal di pondok”. Ujar Kyai Hopip.
Hopip berharap kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran baru yang langsung dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh siswa/santri dalam kelas maupun di lingkungan pesantren.
Merespon harapan tersebut, Usep Saepullah Perawat, Pj.Surveilans dan Kesehatan Haji Puskesmas Bangkonol yang turut serta dalam kegiatan penyuluhan tersebut menegaskan bahwa Puskesmas Bangkonol menyiapkan layanan lanjutan pemeriksaan jika ditemukan gejala-gejala serius pada siswa.
“Silahkan datang ke Puskesmas Bangkonol, kami menerima layanan konsultasi maupun tindakan lanjutan, kenali situasi dan teman disekitar, segera sampaikan ke guru jika terjadi gejala yang membahayakan”. Tegasnya.
Puskesmas Bangkonol terus gencar melakukan pembinaan kesehatan tingkat sekolah atas guru dan siswa di wilayah layanan kesehatan yaitu Kecamatan Koroncong Kabupaten Pandeglang.






