CILEGON, (gerbangbanten.com) – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah guna menyusun rencana kerja tahun anggaran 2027, yang berlangsung di Aula Diskominfo Pemkot Cilegon, Rabu 11 Maret 2026.
Kepala Dinas Perkim Kota Cilegon, Edhi Hendarto, mengatakan fokus utama pembangunan di tahun 2027 masih berpusat pada penanganan yang mendesak dan prioritas.
“Hari ini kita menyerap aspirasi hasil Musrenbangcam untuk dijadikan rencana kerja 2027. Isu sentralnya ada dua; pertama, penataan kawasan kumuh, dan kedua, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ujar Edhi.
Menanggapi persoalan banjir yang kerap melanda, Edhi mengungkap pentingnya pembangunan drainase lingkungan dengan sistem hierarki yang jelas. Menurutnya, meski dimensi drainase di bawah wewenang Perkim relatif kecil, perannya sangat vital sebagai penyalur air menuju drainase besar.
“Kita fokus menata drainase tersier yang kecil-kecil ini supaya tertata. Jangan sampai mampet, sehingga air bisa tersalurkan dengan lancar ke drainase yang lebih besar,” tambahnya.
Terkait data RTLH, Edhi menyebut angkanya bersifat dinamis. Awalnya tercatat sebanyak 2.508 unit, namun jumlah tersebut bertambah seiring terjadinya cuaca ekstrem belakangan ini. Sesuai instruksi Wali Kota Cilegon, penanganan rumah terdampak banjir kini menjadi prioritas yang berjalan beriringan dengan penataan kawasan kumuh.
Di tempat yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhamad Shidqi Andrezha menyoroti ketiadaan alokasi dana pemeliharaan di dinas tersebut selama ini.
“Ternyata di Disperkim ini tidak ada dana pemeliharaan. Ini menjadi catatan bagi kami di DPRD,” tegas Shidqi.
Shidqi berkomitmen akan membawa hasil notulensi rapat tersebut ke tingkat komisi untuk menggodok anggaran pemeliharaan, yang diharapkan bisa mulai masuk pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) atau Perubahan tahun ini.
“Kalau ada jalan lingkungan bolong atau drainase penuh sedimen akibat banjir, mereka harus punya anggaran untuk langsung memperbaiki, mirip dengan dana taktis di Dinas PU,” lanjutnya. (*)






