Bazar Ramadan Tangsel Diserbu Warga, Sembako 20 Persen Lebih Murah Jaga Daya Beli Masyarakat

Pondok Aren, (gerbangbanten.com) – Rintik hujan yang mengguyur sejak pagi tak menghalangi langkah warga untuk mendatangi Bazar Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kegiatan yang berlangsung serentak di tujuh kecamatan pada Kamis (5/3/2026) ini langsung dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Hari Raya Idulfitri.

Di lokasi pembukaan bazar yang digelar di Kecamatan Pondok Aren, suasana terlihat ramai sejak pagi. Warga berbondong-bondong mendatangi deretan tenan yang menjual berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, sayuran hingga produk kebutuhan rumah tangga lainnya. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa bazar Ramadan masih menjadi salah satu program yang paling dinantikan masyarakat setiap tahunnya.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menjelaskan bahwa kegiatan bazar ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadan, di mana permintaan bahan pangan biasanya meningkat.

“Sekarang kita menyelenggarakan bazar serentak di tujuh kecamatan. Yang dijual kebutuhan pokok seperti minyak, telur, beras, sayuran, dan kebutuhan lainnya,” ujar Benyamin saat membuka kegiatan Bazar Ramadan 1447 Hijriah di Pondok Aren.

Menurutnya, harga komoditas yang dijual dalam bazar tersebut rata-rata sekitar 20 persen lebih murah dibandingkan harga pasar. Kebijakan tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ramah di kantong.

“Untuk menghadapi Lebaran, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Jadi bahan pokok di bazar ini harganya di bawah harga pasar, sekitar 20 persen. Itu sebabnya banyak sekali peminatnya,” kata Benyamin.

Setiap kecamatan menghadirkan sekitar 15 hingga 46 tenan yang terdiri dari pelaku usaha, pelaku UMKM, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai pihak lainnya yang ikut berpartisipasi. Mereka menyediakan berbagai komoditas sembako yang paling dibutuhkan masyarakat selama bulan Ramadan.

Di Kecamatan Pondok Aren saja, total sekitar 11.000 paket sembako disiapkan untuk masyarakat yang hadir. Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok yang dapat dibeli dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran.

Tak hanya menyediakan bahan pokok, bazar Ramadan juga menghadirkan sejumlah layanan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Beberapa di antaranya seperti layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga berbagai pelayanan publik lainnya yang memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintah secara langsung.

Bagi pelaku usaha lokal, kegiatan bazar ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Keterlibatan UMKM dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem usaha mikro di Tangerang Selatan.

Benyamin menegaskan bahwa bazar Ramadan bukan hanya sekadar kegiatan pasar murah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah antisipasi untuk menekan potensi inflasi yang biasanya terjadi akibat meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan hingga Lebaran.

“Kalau nanti menjelang Lebaran ada kenaikan harga, tidak menutup kemungkinan bazar seperti ini akan kita selenggarakan lagi,” ujarnya.

Ke depan, Pemkot Tangerang Selatan juga telah merencanakan kegiatan serupa yang akan digelar di kawasan Islamic Center Baiturrahmi Tangerang Selatan pada 8 hingga 10 Maret mendatang. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui program bazar Ramadan ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih mudah dan terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan.

Lebih dari sekadar transaksi jual beli, bazar Ramadan juga menjadi ruang interaksi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pos terkait