JAKARTA, (gerbangbanten.com) – Suasana di depan Gerbang Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/02/2026) tampak berbeda. Di tengah riuhnya aspirasi dari ratusan mahasiswa Aliansi BEM UI, jajaran Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri hadir memberikan rasa aman melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.
Sebanyak 20 personel ahli bersama unit satwa K-9 andalan seperti Tarzan, Ballo, hingga Bucek, disiagakan sejak pukul 10.00 WIB. Kehadiran satwa-satwa terlatih ini bukan sekadar untuk pengamanan fisik, melainkan menjadi jembatan komunikasi visual yang menyejukkan suasana di lapangan.
Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) menekankan bahwa instruksi pengamanan kali ini mengedepankan senyum, sapa, dan salam. Di Pintu Barat, tim yang dipimpin Ipda Ari Bayu tampak bersiaga dengan sikap yang tenang, sementara di Pintu Timur, tim Ipda Totok Setyono memastikan aliran massa tetap tertib tanpa mengurangi ruang gerak mahasiswa dalam menyampaikan pendapat.
“Kami hadir bukan untuk membatasi, tapi untuk menjaga agar rekan-rekan mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya dengan nyaman. Satwa K-9 kami pun dilatih untuk bersikap tenang di tengah kerumunan, menciptakan vibe pengamanan yang profesional namun tetap bersahabat,” ujar laporan resmi tersebut.
Aksi yang diikuti oleh sekitar 400 massa gabungan tersebut berlangsung dinamis. Personel Den K-9 di lapangan sesekali berinteraksi secara edukatif dengan massa, menunjukkan sisi lembut dari unit taktis Polri. Hal ini terbukti efektif meredam ketegangan, sehingga massa dari kedua pintu masuk (Barat dan Timur) membubarkan diri dengan tertib pada sore hari.
“Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah berorasi dengan tertib. Situasi aman terkendali adalah kemenangan kita bersama,” pungkas laporan tersebut sebelum personel melakukan apel konsolidasi untuk kembali ke Mako Ditpolsatwa.
Langkah ini mempertegas komitmen Baharkam Polri bahwa pengamanan objek vital nasional bisa berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan. (*)






