KOTA SERANG, (gerbangbanten.com) – Wali Kota Serang Budi Rustandi mendorong kebudayaan Kota Serang terus berkembang dan semakin dikenal luas hingga mancanegara.
Komitmen tersebut disampaikan Budi saat menghadiri Pawai Budaya dalam rangkaian HUT Kota Serang di kawasan Royal Baroe, Senin, 17 Agustus 2026 malam.
Bagi Budi, Pawai Budaya bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Serang.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga, melestarikan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
“Pawai Budaya ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk melestarikan budaya Kota Serang,” ujar Budi, Selasa 18 Agustus 2026.
Budi mengapresiasi antusiasme masyarakat yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
Pawai juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD) hingga masyarakat di luar lingkungan pemerintah.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budaya daerah.
Ia berharap kebudayaan Kota Serang tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi dapat dikenal lebih luas di berbagai daerah hingga mancanegara.
“Harapannya, kebudayaan Kota Serang bisa terus maju dan berkembang, dikenal di berbagai daerah, bahkan sampai ke tingkat internasional,” katanya.
Budi menyebut upaya memperkenalkan budaya Kota Serang ke luar daerah telah dilakukan melalui berbagai kesempatan.
Salah satunya dengan membawa batik Kota Serang ke luar negeri sebagai bagian dari promosi identitas budaya daerah.
“Saya juga pernah membawa batik Kota Serang ke luar negeri. Ini menjadi bagian dari semangat saya untuk terus memajukan dan memperkenalkan budaya Kota Serang,” ujar Budi.
Pawai Budaya tahun ini mengusung tema Songpatong, yang disebut sebagai salah satu warisan kebudayaan Kota Serang dan identik dengan ayam.
Kepala Dispenbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 104 peserta dengan jumlah keseluruhan hampir 1.200 orang.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya warga yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut.
Nuri mengatakan Pawai Budaya akan terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda kebudayaan Kota Serang. Pemerintah berencana menjadikannya sebagai kegiatan tahunan yang digelar di kawasan Royal Baroe.
“Pawai Budaya ini akan terus kita laksanakan sebagai agenda tahunan. Kami juga akan menyiapkan kalender kebudayaan untuk mengisi Royal Baroe dengan berbagai kegiatan,” ujar Nuri.
Menurut Nuri, Royal Baroe tidak hanya diarahkan sebagai kawasan aktivitas perdagangan. Pemerintah juga ingin menghadirkan ruang kebudayaan agar kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Royal Baroe jangan hanya identik dengan aktivitas perdagangan. Kita ingin ada nilai kebudayaan yang terus mengisi kawasan ini,” katanya.
Nuri menyebut Royal Baroe sebagai salah satu simpul kultural di Kota Serang. Karena itu, berbagai kegiatan kebudayaan akan terus dihadirkan untuk menjaga aktivitas budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat.
Ia menilai pembangunan Kota Serang perlu berjalan seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan kultur.
“Pembangunan tidak hanya berbicara soal struktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan kultur. Di situlah keseimbangannya,” tutur Nuri. (ADV)






