Seluruh Pekerja SPPG Bambu Apus 2 Pamulang telah terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

TANGERANG SELATAN – Dalam upaya mendukung penuh Program Strategis Nasional (PSN), BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Ciputat secara resmi menyerahkan Sertifikat Kepesertaan dan Kartu Peserta kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bambu Apus 2, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Penyerahan simbolis ini dilakukan langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Ciputat, Lini Septiana, kepada Kepala SPPG Bambu Apus 2. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh relawan dan petugas SPPG telah resmi terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan dalam menjalankan tugas mulia di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Perlindungan bagi Pejuang Gizi di Lapangan

Setiap relawan SPPG Bambu Apus 2 kini mendapatkan perlindungan melalui dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Perlindungan ini merupakan standar jaminan keamanan minimal yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi para relawan saat melaksanakan tugas-tugas lapangan yang memiliki risiko mobilitas tinggi.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Selatan Ciputat, Lini Septiana, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam menyukseskan program pemerintah.

“Hari ini telah diserahkan Sertifikat Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada SPPG Bambu Apus 2. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang selaras dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, kemandirian pangan, dan pembangunan dari desa,” ujar Lini Septiana.

Investasi Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045

Lini menambahkan bahwa pemenuhan gizi bagi anak sekolah, balita, dan kelompok rentan melalui MBG berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas generasi masa depan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, program ini juga memiliki efek domino terhadap ekonomi kerakyatan. Pelibatan petani, peternak, UMKM, dan dapur lokal dalam rantai pasok MBG dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan pangan hingga tingkat akar rumput.

Instrumen Penting dalam RPJMN

Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), MBG menjadi instrumen vital untuk mencapai target peningkatan kualitas SDM, penurunan angka stunting, dan pengentasan kemiskinan. Program ini berfungsi sebagai bentuk perlindungan sosial yang membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga rentan serta meningkatkan akses pangan bergizi secara merata.

“Dengan dampak ganda pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi rakyat, MBG merepresentasikan kebijakan terintegrasi yang mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional secara berkelanjutan dan berkeadilan,” tutup Lini Septiana.

Dengan adanya jaminan sosial ini, diharapkan para pejuang gizi di SPPG Bambu Apus 2 dapat bekerja lebih optimal dalam mengawal kesehatan generasi bangsa tanpa perlu khawatir akan risiko kerja.

Pos terkait