Serang,(gerbangbanten.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan pers dan pelestarian nilai sejarah dengan turut membersamai rangkaian kegiatan Ekspedisi Sejarah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan Banten Lama, Kota Serang, Jumat (6/2/2026) yang lalu.
Kehadiran Polda Banten dalam ekspedisi tersebut tidak hanya memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara aparat penegak hukum dan insan pers dalam menjaga memori kolektif bangsa. Ratusan peserta ekspedisi yang terdiri dari pimpinan media siber, jurnalis, serta pengurus SMSI dari berbagai daerah tampak menyusuri sejumlah situs bersejarah di kawasan bekas Kesultanan Banten.
Ekspedisi ini menjadi bagian penting dari rangkaian HPN 2026 yang digelar di Provinsi Banten, dengan mengusung semangat refleksi sejarah, kritik sosial, dan nilai kemanusiaan sejalan dengan peran pers sebagai pilar demokrasi.
Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun, menilai keterlibatan Polda Banten sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ikhtiar pers untuk tidak melupakan dari akar sejarah.
“Banten Lama bukan sekadar situs wisata religi atau cagar budaya, tapi ruang ingatan kolektif bangsa. Di sinilah peradaban, kekuasaan, perdagangan, dan bahkan perlawanan pernah tumbuh. Pers punya tanggung jawab moral untuk merawat ingatan itu,” ujar Lesman.

Menurut Lesman, peringatan HPN tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali jati diri pers sebagai kekuatan moral dan intelektual.
“Kami ingin mengajak insan pers menengok ke belakang, agar melangkah ke depan dengan lebih jernih. Sejarah mengajarkan bahwa pers lahir dari keberanian, dari sikap kritis, dan dari keberpihakan pada kemanusiaan. Kehadiran Polda Banten dalam ekspedisi ini menunjukkan bahwa nilai-nilai itu bisa dijaga bersama,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa Banten memiliki posisi strategis dalam sejarah nasional, termasuk dalam konteks pers dan perlawanan terhadap ketidakadilan.
“Dari Banten, kita belajar bahwa kekuasaan tanpa nurani akan runtuh oleh zaman. Pers harus terus menjadi pengingat, bukan sekadar pelapor peristiwa, tapi penjaga akal sehat publik,” tegas Lesman.
Rangkaian Ekspedisi Sejarah SMSI di Banten Lama ini menjadi pembuka agenda HPN 2026 di Provinsi Banten, dilanjutkan ekspedisi sejarah ke Museum Multatuli di Rangkasbitung, lanjut kunjungi destinasi wisata Pantai Anyer, peresmian Monumen Media Siber di Kota Cilegon, peresmian Museum Siber di Kota Serang dan puncak peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).






