‎Percepat Program 60 Hari, BWA dan Pemkot Serang Resmi Teken MoU Serang Mengaji

‎SERANG, (gerbangbanten.com) – Komitmen membumikan Al-Qur’an di Kota Serang memasuki babak baru. Pemerintah Kota Serang resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dalam rangka menjalankan program Serang Mengaji. Penandatanganan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Satuan Tugas (Satgas) Serang Mengaji serta peluncuran program akselerasi yang langsung dijalankan di Alun-alun Barat, Kota Serang Jumat (13/2/2026).

‎CEO BWA, M. Ichsan Salam, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal gerakan nyata yang terukur dan terjadwal.

‎“Alhamdulillah MoU dan PKS telah dilaksanakan antara Pemerintah Kota Serang dengan BWA. Kami juga menyaksikan langsung pelantikan Satgas Serang Mengaji. Ini menjadi fondasi kuat untuk percepatan program yang sudah kami canangkan,” ujar Ichsan.

‎Ia menjelaskan, sesuai komitmen dalam perjanjian, BWA bersama Pemkot Serang langsung mengeksekusi program akselerasi dalam waktu 60 hari sejak MoU diteken dan Satgas dilantik. Program unggulan yang pertama direalisasikan adalah Launching Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadhan 1447 H/2026.

‎Kegiatan menghadirkan lebih dari 15.000 pembaca Al-Qur’an dengan konsep one man one juz. Ribuan masyarakat dari berbagai elemen mengikuti pembacaan Al-Qur’an secara serentak dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

‎“Alhamdulillah berjalan lancar, aman, nyaman, dan penuh kegembiraan. Ini bukti bahwa masyarakat Kota Serang sangat siap menjadi bagian dari gerakan Al-Qur’an,” katanya.

‎Tak berhenti pada kegiatan seremonial dan syiar, BWA bersama Pemkot Serang juga menggulirkan program lanjutan bertajuk Kota Serang Peduli Sumatera dan Banten. Program ini merupakan bentuk kolaborasi kebaikan yang membuka ruang partisipasi publik dalam membantu masyarakat terdampak musibah di wilayah Sumatera dan Banten, termasuk Kota Serang.

‎Menurut Ichsan, sejumlah daerah di Sumatera mengalami musibah dengan dampak korban jiwa, kerusakan material, hingga trauma psikologis yang membutuhkan proses pemulihan jangka panjang. Di sisi lain, beberapa wilayah di Banten, khususnya Kota Serang, juga terdampak bencana seperti rumah roboh akibat intensitas hujan tinggi, angin kencang, banjir, hingga kebakaran.

‎“Kami ingin menghadirkan ruang empati dan kepedulian. Ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi tentang membangun solidaritas umat. Recovery pascabencana membutuhkan waktu dan biaya besar, bahkan bisa bertahun-tahun,” jelasnya.

‎Program kolaborasi tersebut dilaksanakan melalui penggalangan dana infak dan sedekah menggunakan kupon sukarela yang terregistrasi untuk menjamin akuntabilitas. Kupon donasi diterbitkan dengan nominal Rp2.000 bagi masyarakat umum dan Rp5.000 untuk kalangan ASN, perusahaan, maupun lembaga lainnya.

‎Seluruh dana yang terhimpun, lanjut Ichsan, akan dilaporkan secara transparan dan disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok bagi orang dewasa dan anak-anak sesuai kebutuhan di lokasi terdampak.

‎Rencananya, penyaluran bantuan akan dilepas langsung oleh Wali Kota Serang bersama BPBD Kota Serang, Satgas Serang Mengaji, dan BWA sebagai bentuk sinergi lintas elemen.

‎“Semoga kolaborasi kebaikan ini bisa dipahami dan terus dikembangkan sebagai wujud nyata kepedulian kita kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah di berbagai daerah di negeri tercinta ini,” pungkas Ichsan.

Pos terkait