Pemkot Cilegon Pastikan Pasokan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan, Pipanisasi Ditargetkan Rampung Desember

CILEGON, (gerbangbanten.com) – Pemerintah Kota Cilegon terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan di wilayah pegunungan. Sebagai langkah jangka pendek, Pemkot Cilegon melakukan pendistribusian air bersih secara berkelanjutan sembari mempercepat pembangunan jaringan pipanisasi sebagai solusi permanen.

Komitmen tersebut ditunjukkan Wali Kota Cilegon Robinsar saat meninjau langsung pendistribusian air bersih di wilayah Gunung Batur, Selasa (28/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Cilegon Noviyogi Hermawan.

Selain wilayah Gunung Batur I dan Gunung Batur II, pendistribusian air bersih juga dilakukan di wilayah Tembulum dan Suralaya. Pemerintah Kota Cilegon turut menyiapkan perluasan distribusi ke wilayah Tamansari sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih dapat diterima oleh masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan pegunungan dan mengalami kesulitan mendapatkan sumber air selama musim kemarau. “Kami saat ini sedang meninjau pendistribusian air dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, khususnya di wilayah pegunungan seperti Gunung Batur I, Gunung Batur II dan Tembulum. Di wilayah dataran rendah seperti Suralaya juga harus tetap kita suplai,” ujar Robinsar.

Menurut Robinsar, pendistribusian air bersih merupakan langkah jangka pendek yang terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. Pemerintah Kota Cilegon juga menggandeng berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR), kelompok masyarakat, BUMN, BUMD serta BUMS untuk memastikan kebutuhan air warga dapat terpenuhi. “Selama masyarakat masih membutuhkan air, kami akan terus mengupayakan pengiriman. Targetnya sampai Desember, dan apabila kebutuhan masih ada, distribusi akan terus dilakukan. Kami juga berkolaborasi dengan berbagai kelompok masyarakat, perusahaan melalui CSR, BUMN, BUMD dan BUMS agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Cilegon tengah melanjutkan pembangunan jaringan pipanisasi untuk mengalirkan air dari wilayah bawah menuju kawasan pegunungan. Langkah tersebut dinilai lebih optimal mengingat kondisi geografis wilayah pegunungan yang memiliki kontur tinggi dan didominasi bebatuan. “Untuk wilayah pegunungan, penggunaan sumur bor memiliki potensi kegagalan yang cukup besar karena kondisi kontur dan bebatuan. Karena itu, solusi yang paling konkret dan optimal adalah pipanisasi dari wilayah bawah, kemudian air didorong ke wilayah atas. Dengan cara ini, kita berupaya meminimalkan berbagai potensi kegagalan,” jelasnya.

Robinsar menerangkan, pembangunan pipa induk telah dimulai sejak tahun sebelumnya dari wilayah Grogol dan saat ini telah mencapai wilayah Cipala. Pada tahun 2026, pembangunan jaringan tersebut dilanjutkan hingga Suralaya dan ditargetkan rampung pada akhir tahun. “Pipanisasi induk dari wilayah Grogol saat ini sudah sampai Cipala. Tahun ini akan dilanjutkan sampai Suralaya. Setelah itu, akan dibangun jaringan pipa sekunder yang mengalirkan air langsung ke rumah-rumah masyarakat. Targetnya dapat diselesaikan pada tahun ini,” ungkapnya.

Ia berharap, pembangunan jaringan pipanisasi dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan kekeringan di wilayah tersebut sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih di masa mendatang. “Persoalan kekeringan ini sudah kami rencanakan penanganannya agar dapat diselesaikan. Kami ikhtiarkan ke depan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami kesulitan air. Selanjutnya, kesiapan pasokan air dari PDAM juga akan menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tutur Robinsar.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Cilegon terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memastikan proyek pipanisasi dapat diselesaikan sesuai target pada Desember 2026. “Komunikasi dengan PUPR terus dilakukan dan insyaallah pekerjaan pipanisasi dapat selesai pada bulan Desember. Sambil menunggu proyek tersebut rampung, kami menjamin masyarakat di Tembulun serta Gunung Batur I dan II tetap mendapatkan pasokan air bersih setiap hari,” ujarnya.

Aziz menambahkan, pendistribusian air bersih dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, kelompok masyarakat serta berbagai pihak lainnya. Hingga saat ini, volume air yang telah disalurkan ke wilayah terdampak terus bertambah dan mencapai lebih dari 1.200 kubik. “Pasokan air yang telah didistribusikan kurang lebih mencapai 1.200 hingga 1.250 kubik dan jumlahnya terus bertambah. Kami berharap sampai bulan Desember, masyarakat di Gunung Batur I, Gunung Batur II dan Tembulum dapat terus menerima pasokan air bersih setiap hari,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon tidak hanya mengawal kelancaran distribusi air, tetapi juga terus memantau dan mempercepat proses pembangunan infrastruktur pipanisasi agar solusi jangka panjang dapat segera dirasakan masyarakat. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar kebutuhan masyarakat dapat segera direalisasikan. Tidak hanya suplai air yang dikawal, tetapi juga proses pengerjaan pipanisasi agar dapat berjalan lancar. Semoga ikhtiar bersama ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Gunung Batur, Ibu Ijah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon atas percepatan pendistribusian air bersih ke wilayahnya. Menurutnya, dalam dua minggu terakhir pasokan air telah diterima warga secara lebih cepat dan rutin. “Terima kasih kepada Pemerintah Kota Cilegon dan Pak Wali karena kami sudah mendapatkan bantuan air. Alhamdulillah, setiap hari ada pengiriman air ke wilayah kami. Tahun ini pengirimannya lebih cepat, sudah sekitar dua minggu terakhir air terus dikirim. Semoga pengiriman seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Melalui langkah penanganan jangka pendek berupa pendistribusian air bersih serta pembangunan jaringan pipanisasi sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengakhiri persoalan kekeringan secara bertahap dan berkelanjutan. (*)

Pos terkait