Nama : Arsyila
NIM : 251010504228
Program Studi: S1 Manajemen
Semester : 1 (Satu)
Saya sebagai mahasiswa tuli, pertama kali saya masuk kelas Manajemen di Universitas Pamulang (UNPAM), perasaan saya sangat campur aduk. Ada rasa senang karena akhirnya bisa menjalani perkuliahan seperti mahasiswa lainnya, tetapi di sisi lain ada rasa gugup dan khawatir. Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah lingkungan kampus bisa menerima saya dengan baik, dan apakah saya bisa mengikuti perkuliahan dengan keterbatasan pendengaran yang saya miliki.
Sebelum resmi memulai perkuliahan, UNPAM sebenarnya sudah memberikan perhatian kepada mahasiswa disabilitas, termasuk mahasiswa tuli. Ada acara khusus disabilitas yang berisi informasi penting sebelum masuk kuliah. Dalam acara tersebut, saya mendapatkan penjelasan mengenai sistem perkuliahan, kegiatan kampus, serta dukungan yang tersedia bagi mahasiswa disabilitas. Acara ini sangat membantu saya karena membuat saya lebih siap dan tidak merasa sendirian saat memulai kuliah.
Selain itu, ada juga acara pelatihan disabilitas yang memberi pembekalan awal. Dalam pelatihan tersebut, saya belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus, berkomunikasi dengan dosen dan teman, serta mengenal hak saya sebagai mahasiswa disabilitas. Bagi saya sebagai mahasiswa tuli, pelatihan ini sangat penting karena membantu membangun rasa percaya diri dan kesiapan mental.
Saat pertama kali masuk kelas Manajemen, suasana kelas terasa ramai tetapi menyenangkan. Banyak teman baru yang ingin berkenalan. Mereka mendengarkan dengan baik saat perkenalan dan bersikap ramah. Teman-teman tidak menunjukkan sikap yang aneh atau berlebihan. Justru sebaliknya, mereka bersikap sopan dan terbuka. Hampir setiap hari mereka menyapa saya, meskipun hanya dengan senyuman atau lambaian tangan. Hal kecil seperti itu membuat saya merasa diterima.
Dalam proses belajar, saya mengalami tantangan sebagai mahasiswa tuli. Penjelasan dosen secara lisan tentu tidak mudah saya pahami secara langsung. Materi Manajemen juga cukup padat dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Karena itu, saya belajar dengan ritme saya sendiri, pelan-pelan, tidak terburu-buru. Saya juga berani menyampaikan kebutuhan saya kepada dosen, salah satunya dengan meminta mic clip untuk transkripsi saat dosen menjelaskan materi. Dengan adanya transkripsi, saya bisa membaca penjelasan dosen dan memahami materi dengan lebih baik. Respons dosen cukup baik dan membuat saya merasa dihargai sebagai mahasiswa.
Selain kegiatan akademik, UNPAM juga menyediakan banyak kegiatan untuk mahasiswa disabilitas. Ada acara beasiswa disabilitas yang menjadi momen paling membahagiakan bagi saya. Saat mengetahui bahwa saya mendapatkan beasiswa khusus untuk mahasiswa disabilitas, saya merasa sangat senang dan bersyukur. Beasiswa ini sangat membantu, bukan hanya dari sisi biaya, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan bahwa mahasiswa tuli memiliki kesempatan yang sama untuk menempuh pendidikan tinggi.
Ada juga acara HDI yang menjadi ruang bagi mahasiswa disabilitas, termasuk mahasiswa tuli, untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, dan saling mendukung. Selain itu, kegiatan UKMD memberi kesempatan bagi saya untuk mengenal organisasi kampus dan memperluas pergaulan. Saya juga mengikuti acara opening account festival dan berbagai kegiatan lainnya yang membuat saya merasa menjadi bagian dari kehidupan kampus, bukan hanya sebagai penonton.
Semua kegiatan tersebut membuat saya merasa bahwa UNPAM cukup terbuka dan berusaha menciptakan lingkungan yang inklusif. Meskipun masih ada keterbatasan dalam fasilitas dan metode pembelajaran, sikap dosen, teman-teman, dan pihak kampus sudah menunjukkan kepedulian. Bagi mahasiswa Tuli seperti saya, sikap saling menghargai dan mau memahami kebutuhan adalah hal yang sangat berarti.
Bagi saya, kuliah di UNPAM bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang proses menerima diri sendiri dan menghadapi tantangan. Saya belajar untuk berani menyampaikan kebutuhan saya, belajar bersabar dalam memahami materi, dan belajar percaya diri sebagai mahasiswa Tuli. Saya berharap ke depannya UNPAM bisa terus meningkatkan fasilitas dan dukungan bagi mahasiswa disabilitas, khususnya mahasiswa Tuli.
Secara pribadi, saya merasa bersyukur bisa menjadi mahasiswa di UNPAM. Dengan adanya lingkungan yang ramah, berbagai acara disabilitas, serta beasiswa yang saya terima, saya merasa didukung untuk terus melanjutkan pendidikan dan berkembang. Perjalanan kuliah ini mungkin tidak selalu mudah, tetapi saya menjalaninya dengan semangat dan rasa bangga sebagai mahasiswa Tuli.
Langkah Nyata UNPAM Mewujudkan Kampus Ramah Disabilitas
