TANGERANG, (gerbangbanten.com) – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik kolaborasi strategis antara Tunas Pengusaha Muda dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang. Sinergi ini difokuskan untuk mendorong pemberdayaan petani muda, meningkatkan produktivitas agribisnis, serta mengembangkan ketahanan komoditas unggulan wilayah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah, Yudiana, saat hadir mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam acara peresmian Desa Komoditi dan pembukaan Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda di Desa Cikuya, Kecamatan Cikuya, Senin (28/9/2026).
Menurut Yudiana, peresmian Desa Cikuya sebagai Desa Komoditi menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa. Setiap desa, kata dia, memiliki sumber daya dan keunggulan masing-masing yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
“Pengembangan potensi desa harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pembangunan jejaring usaha. Dengan demikian, potensi lokal dapat memberikan nilai tambah dan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tangerang juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pelatihan Agribisnis Tani Tunas Pengusaha Muda. Kegiatan ini dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern sekaligus kewirausahaan.
Yudiana mengatakan, generasi muda perlu memiliki cara pandang baru terhadap sektor pertanian. Pertanian tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik.
“Anak-anak muda jangan hanya melihat pertanian sebagai pekerjaan tradisional, tetapi harus mampu melihatnya sebagai sektor usaha yang memiliki peluang besar apabila dikelola dengan inovasi, teknologi, kreativitas, dan manajemen yang baik,” ujar Yudiana saat membacakan pesan Bupati Tangerang.
Selain penguatan kapasitas petani muda, Pemkab Tangerang juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam sektor pertanian. Konsep tersebut memungkinkan limbah atau hasil samping dari suatu kegiatan untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Penerapan ekonomi sirkular diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga mendukung kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sementara itu, melalui dialog interaktif mengenai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa, pemerintah berharap dapat muncul berbagai gagasan konkret dan aplikatif yang dapat diterapkan di lapangan.
Yudiana menegaskan bahwa pembangunan dan penguatan ekonomi desa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, petani, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat desa.
“Kepada para peserta pelatihan dan generasi muda, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan keterampilan, membangun jejaring, berani berinovasi, dan tidak takut untuk memulai usaha,” pesannya.
Pemkab Tangerang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat, meningkatkan kemandirian desa, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan warga. (*)
(Diskominfo Kab. Tangerang)






