Jakarta, (Gerbang Banten) 27 Februari 2026 — Pergerakan jutaan pemudik Idulfitri 2026 pada pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni menuntut kesiapan yang menyeluruh dan terintegrasi. Untuk memastikan semua berjalan optimal, Jasa Raharja turut ambil bagian dalam kegiatan Survei Pelabuhan Merak-Bakauheni dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, SH, M.Hum., diikuti oleh Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, dan Direktur Operasional Ariyandi bersama para pemangku kepentingan terkait.
Survei dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter dari Jakarta menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, dan dilanjutkan peninjauan di sejumlah titik, yaitu Pelabuhan BBJ Muara Pilu dan Pelabuhan WIKA Beton. Selanjutnya, rombongan terbang ke Pelabuhan Indah Kiat, Banten, untuk melakukan survei di pelabuhan tersebut serta Pelabuhan BBJ Bojonegoro hingga Pelabuhan Pelindo Ciwandan. Kehadiran Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sebagai BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk memastikan kesiapan sistem transportasi nasional, khususnya pada pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang menjadi salah satu jalur terpadat saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa kesiapan pelabuhan tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kesiapan pelabuhan dinilai cukup baik dengan adanya penambahan satu pelabuhan Sumur Makmur Abadi di Lampung, sementara di Pelabuhan BBJ dan Ciwandan terdapat penambahan fasilitas sandar dan armada kapal. Semua persiapan ini akan terus dievaluasi sehingga dapat mewujudkan tagline ‘Mudik Aman, Warga Bahagia’ sesuai perintah Bapak Kapolri untuk memastikan perjalanan masyarakat aman dan selamat di jalan.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyatakan tiga fokus utama Jasa Raharja pada Operasi Ketupat 2026. Pertama, berupaya agar seluruh pelintas mudik Lebaran 2026 terlindungi dengan keselamatan sebagai prioritas utama. Kedua, berkoordinasi lintas sektor untuk menekan fatalitas kecelakaan. Ketiga, memastikan kecepatan respons dalam penanganan santunan. Selama periode Angkutan Lebaran tahun ini, Jasa Raharja menjalankan program Zero Pending Claim untuk memastikan tidak ada klaim santunan yang tertunda.
Data di lapangan menunjukkan bahwa volume pelintas, khususnya kendaraan roda dua di Pelabuhan Ciwandan, mencapai lebih dari 100 ribu unit pada periode mudik sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian serius sehingga petugas Jasa Raharja bersiaga di titik-titik strategis guna memperkuat pelayanan publik dan memastikan asuransi kecelakaan dapat diakses secara cepat dan tepat. Sebagai BUMN yang mengemban mandat perlindungan dasar, Jasa Raharja aktif dalam upaya pencegahan melalui edukasi keselamatan berkendara, integrasi data kecelakaan, serta kolaborasi lintas sektor sebagai wujud komitmen pelayanan prima.
Melalui survei ini, seluruh pihak memastikan kesiapan infrastruktur, manajemen rekayasa lalu lintas, serta dukungan armada kapal dan fasilitas sandar guna mengantisipasi lonjakan pemudik. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menekan potensi kepadatan dan risiko kecelakaan, sekaligus memperkuat rasa aman masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik.






