DP3AKKB dan KORMI Banten Angkat Budaya Lokal dalam Forprov Banten 2024

SERANG (Gerbang Banten) –Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) mengangkat budaya lokal dalam Ferstival Olahraga Masyarakat (Forprov) Provinsi Banten tahun 2024, yang berlangsung di Hotel Marbella, Anyer, Kabupaten Serang, Banten.

Kadis DP3AKKB Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan bahwa kegiatan ini juga mengangkat budaya lokal melalui musik tradisional Banten. “Komunitas kami mengadakan Porprov ini dengan menggunakan lagu khas Banten seperti Bendrong Lesung, yang mampu membangkitkan semangat olahraga,” ujarnya yang juga menjabat Ketua Langkah Dansa Indonesia (ILDI) Provinsi Banten.

Dalam festival tersebut, ratusan peserta dari 8 kabupaten kota ikut terlibat. “Untuk peserta kami melaksanakan kegiatan ini pesertanya dari 8 Kabupaten dan Kota Provinsi Banten. Nanti pemenangnya akan mengikuti Fornas di NTB.”
Nina juga menjelaskan, bahwa pemberdayaan perempuan dan langkah dansa memiliki kaitan yang erat dalam konteks memperkuat kepercayaan diri, kebebasan ekspresi, dan peningkatan kesejahteraan emosional.
Berikut beberapa kaitannya:
Kepercayaan Diri: Pemberdayaan perempuan bertujuan untuk memberikan perempuan kontrol atas kehidupan mereka, termasuk kebebasan untuk mengekspresikan diri mereka secara bebas. Belajar dan berpartisipasi dalam dansa dapat meningkatkan rasa percaya diri perempuan, karena mereka diajak untuk tampil di hadapan orang lain, mengekspresikan diri, dan mengatasi ketakutan atau rasa malu.

Ekspresi Diri: Dalam langkah dansa, perempuan dapat mengekspresikan perasaan, kreativitas, dan identitas mereka melalui gerakan tubuh. Hal ini memberi ruang bagi perempuan untuk merasa dihargai, meningkatkan harga diri, dan merasa lebih kuat dalam peran sosial mereka.
Kemandirian Ekonomi dan Sosial: Pemberdayaan perempuan tidak hanya terkait dengan hak-hak dasar, tetapi juga dengan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang memberi manfaat ekonomi dan sosial. Dansa, sebagai salah satu bentuk seni, dapat menjadi sumber pendapatan bagi perempuan (misalnya, sebagai instruktur atau penampil), serta memperkuat ikatan sosial dan jaringan komunitas.

Pendidikan dan Kesadaran: Dalam banyak komunitas, kegiatan seni seperti dansa juga digunakan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu pemberdayaan perempuan. Misalnya, lewat pertunjukan atau workshop, perempuan dapat belajar tentang hak-hak mereka, kesetaraan gender, dan cara untuk menghadapi diskriminasi.

“Secara keseluruhan, langkah dansa dapat berfungsi sebagai alat yang kuat untuk mendukung pemberdayaan perempuan, menciptakan ruang bagi mereka untuk berkembang, mengatasi tantangan, dan merayakan kekuatan mereka,” jelas Nina.

Perlombaan yang diadakan dengan berbagai kategori lomba ini mendapat apresiasi dari ILDI Pusat Ambar, atas kualitas langkah dansa peserta yang dinilai luar biasa. “Luar biasa, karena ini baru pertama kali digelar. Saya juga berkunjung ke beberapa daerah dan melihat animo masyarakat terhadap langkah dansa sangat tinggi. Kualitas para peserta di Banten ini sangat bagus,”
Meski demikian, Ambar mengaku ada yang harus menjadi perhatian ILDI Banten. “Sepertinya kurang partisipasi dari anak-anak dalam olahraga langkah dansa di Provinsi Banten.”
Karena itu, Ambar berharap langkah dansa dapat diperkenalkan lebih luas kepada generasi muda, termasuk dijadikan kurikulum pendidikan olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kalau bisa ini dijadikan kurikulum SD,” ujarnya.(*/Adv)

Pos terkait