YOGYAKARTA, (gerbangbanten.com) — Gemilang Tangerang datang ke panggung SIMS Jogya Women’s Open Tournament Softball 2026 bukan sekadar untuk menambah pengalaman bertanding. Klub asal Tangerang, Banten, ini membawa target yang cukup jelas: menembus podium.
Di balik ambisi tersebut, Gemilang memiliki filosofi permainan yang dibangun oleh sang pelatih, Dondi Aprilliandi. Bagi Dondi, kemampuan bermain sofbol tidak cukup hanya mengandalkan teknik.
“Mengerti permainan sofbol. Kalau mengerti, bisa dimainkan dengan baik,” tandas Dondi.
Filosofi sederhana tersebut menjadi dasar dalam membangun karakter permainan Gemilang. Sabar menunggu bola, agresif saat kesempatan datang. Dan terbukti, Gemilang berhasil podium usai finis di peringkat ketiga.
Dondi menerapkan strategi yang menuntut pemain memiliki kesabaran sekaligus disiplin tinggi.
Pemain diminta sabar menunggu bola, disiplin dalam membaca strike zone, serta memahami karakter strike pitch. Dengan pendekatan tersebut, Gemilang berusaha membangun permainan yang lebih agresif ketika mendapatkan momentum.
Kesabaran menjadi kunci pada saat menunggu bola yang tepat. Namun begitu kesempatan terbuka, pemain harus mampu mengubah situasi menjadi tekanan bagi pertahanan lawan.
Karena itu, pemahaman permainan menjadi bagian penting dalam latihan Gemilang.
Bagi Dondi, pemain yang memahami apa yang terjadi di lapangan akan lebih mudah mengambil keputusan, baik ketika melakukan offense maupun defense.
Persiapan Tim Dua Bulan
Menghadapi turnamen di Yogyakarta yang diselenggatakan oleh PT. SaranaInsan MudaSelaras (SIMS)- perusahaan provider jaringan komunikasi- Gemilang melakukan persiapan tim sekitar dua bulan. Sementara secara individu, beberapa pemain telah menjalani persiapan sekitar empat bulan.
Program latihan dilakukan empat kali dalam sepekan. Dua hari difokuskan pada latihan fisik secara mandiri, sedangkan dua hari lainnya digunakan untuk latihan teknik.
Gemilang menjalani latihan di kawasan Legok, Tangerang. Namun, membangun kekompakan tim bukan perkara mudah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah jarak tempat tinggal para pemain. Beberapa pemain berdomisili di Jakarta, Bandung, bahkan Surabaya.
“Mereka sebagian kuliah di bebrapa daerah. Jadi tidak mudah untuk menyatukannya,” pungkasnya.
Akibatnya, para pemain yang turun dalam turnamen ini tidak selalu memiliki kesempatan untuk berkumpul dalam waktu yang panjang. Bahkan, sebagian dari mereka baru benar-benar bertemu dan bermain bersama di Yogyakarta.
Situasi tersebut membuat komunikasi menjadi sangat penting. Dalam latihan, Dondi tidak hanya memberikan instruksi teknis. Ia juga banyak mengajak pemain berdiskusi.
Latihan bukan hanya tentang bergerak dan memukul bola, tetapi juga bagaimana pemain memahami informasi yang diberikan dan mampu menerapkannya di lapangan.
Mayoritas Pemain Berusia 20-an
Komposisi Gemilang cukup menarik. Rata-rata pemain berada pada usia sekitar 20-an tahun, dengan sejumlah pemain muda yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Di sektor pitcher, Gemilang memiliki tiga pemain, yakni Carani Zerlinda, Malika Sultana, dan Qisty Hardianti.
Qisty merupakan pitcher paling senior di antara ketiganya dengan usia 28 tahun.
Untuk posisi catcher, Gemilang diperkuat Zalfa Rifdah, pemain yang memiliki pengalaman memperkuat PON Aceh-Sumut 2024, serta Rafanisa.
Kehadiran pemain berpengalaman di beberapa posisi menjadi modal penting bagi Gemilang dalam menghadapi persaingan di Yogyakarta.
Namun Dondi tidak ingin bergantung kepada satu atau dua pemain. Semua pemain dianggap memiliki peran dan diandalkan sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
“Semua pemain adalah andalan. Artinya mereka harus perfom dalam setiap pertandingan,” pungkasnya.
Meski demikian, posisi pitcher tetap menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus karena menjadi fondasi penting dalam permainan.
Salah satu pemain yang dipercaya mengisi posisi pitcher adalah Malika Sultana. Selain sebagai pitcher, Malika juga dapat dimainkan sebagai first base.
Bagi siswa SMA ini, persiapan menghadapi turnamen tidak hanya dilakukan ketika berada di lapangan latihan.
“Selain latihan rutin, saya juga mendapat tambahan latihan di rumah,” kata Malika yang ditemui SportlinkNews di lapangan pertandingan.
Kedisiplinan menjalani latihan mandiri menjadi bagian penting bagi pemain untuk menjaga kondisi dan meningkatkan kemampuan individu.
Podium, Target Gemilang
Gemilang datang ke Yogyakarta dengan motivasi tinggi. Turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan mereka menghadapi ajang try out menuju Porprov Banten pada 15 November.
Targetnya pun jelas. Podium. Minimal peringkat ketiga.
Bagi Gemilang, persaingan di Banten dinilai belum terlalu ketat. Karena itu, tampil di turnamen yang mempertemukan klub-klub dari berbagai daerah menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk mengukur kemampuan.
Sebelumnya, salah satu prestasi terbaik Gemilang adalah meraih peringkat ketiga di Three G.
Kini, level tantangannya dinaikkan. Yogyakarta menjadi tempat bagi Gemilang untuk menguji sejauh mana hasil latihan mereka mampu diterjemahkan ketika menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Try Out Menuju Porprov Banten
Bagi Gemilang, Jogya Women’s Open Tournament Softball 2026 memiliki arti lebih dari sekadar sebuah turnamen.
Ajang ini menjadi arena try out sekaligus evaluasi sebelum menghadapi persaingan Porprov Banten 15 November mendatang.
Pengalaman menghadapi klub dari luar Banten diharapkan mampu membuka wawasan para pemain sekaligus meningkatkan kualitas permainan.
Sebab, bagi Dondi Aprilliandi, sofbol bukan hanya tentang seberapa keras seseorang memukul bola atau seberapa cepat seorang pitcher melempar.
Pemahaman permainan adalah fondasinya. Ketika pemain mengerti permainan, keputusan menjadi lebih tepat. Ketika keputusan tepat, permainan bisa berjalan lebih baik.
Dan dari pemahaman itulah Gemilang Tangerang ingin tumbuh menjadi klub sofbol yang lebih kompetitif. Tagert podium ketiga diwujudkan, Porprov Banten menjadi tujuan berikutnya.
*





