Unma Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026 Kelompok 19 KKN Unma 2026 Sabet Dua Penghargaan LPPM

PANDEGLANG,gerbang banten.com- Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten menggelar Lokakarya dan Pemeran Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari desa desa lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unma Banten tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) KH. Irsyad Djuwaeli, Jumat (21/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, ditampilkan berbagai produk binaan dan intervensi inovasi yang dilakukan mahasiswa terhadap pelaku UMKM yang dibina dalam KKN di 19 desa yang tersebar di 6 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang.

Rektor Unma Banten, Prof. Andriansyah mengatakan, KKN bukan sekadar kegiatan akademik atau formalitas mahasiswa menjelang lulus, tetapi sebagai ruang pembelajaran nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa dituntut mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus sekaligus membangun karakter dan kemampuan kepemimpinan.

“Anda sekalian, telah mampu beradaptasi dan memahami kondisi sosial di lingkungan tempat KKN. Hari ini, memang hari terakhir KKN, tetapi jejak Anda di desa, akan menjadi pengalaman berharga untuk kehidupan selanjutnya. Karena, kuliah bukan sakadar mau jadi apa, tapi tentang apa kiprah kita di masyarakat,” tegas Andriansyah saat membuka Lokakarya dan Pameran, sekaligus menutup pelaksanaan KKN Unma Banten tahun 2026.

Sementara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Nenden Suciyati Sartika, menjelaskan, KKN Unma tahun 2026 yang bertema Smart Village Berbasis Halal ini, dikuti sebanyak 450 mahasiswa, terbagi 3 jenis, yakni KKN Reguler, KKN in Office dan KKN Internasional.

“Tema ini merupakan upaya kami dalam mengimplementasikan bahwa semua produk-produk ekonomi masyarakat harus berbasis halal, selaras dengan program PB Mathla’ul Anwar. Produk-produk yang ditampilkan dalam lokakarya ini, diarahkan dan didampingi untuk mendapatkan sertifikat halal,” kata Nenden.

Kelompok 19 Sabet 2 Penghargaan

Pada acara ini, Kelompok 19 KKN Unma Banten tahun 2026, meraih dua penghargaan sekaligus dari LPPM kampus tersebut. Penghargaan yang diraih, yakni sebagai kelompok dengan program kerja terbaik dan dosen pembimbing lapangan (DPL) terbaik. Penghargaan diserahkan Ketua LPPM Unma Banten, Nenden Suciyati Sartika.

Menurut Nenden, rogram kerja (proker) kelompok 19 selain selaras dengan tema KKN, yakni Smart Village Berbasis Halal, juga karena kelompok ini, mampu mendorong perubahan di masyarakat melalui program Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pemerintahan Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

“Proker tersebut bukan hanya terwujud tetapi juga dijadikan pilot project oleh Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Keberhasilan ini, tentu tak terlepas dari peran dan bimbingan DPL-nya. Sehingga kami pun memberikan penghargaan kepada Pak Nana Sutisna sebagai DPL terbaik,” jelasnya.

Semantara itu, Ketua Kelompok 19 KKN Unma Banten 2026, Diki Iskandar mengaku sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih kelompoknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut sebagai bukti bahwa Kelompok 19 yang KKN di Desa Weru, Kecamatan Sukaresmi, sangat serius dalam melaksanakan program kerja KKN dan merupakan bukti bahwa kelompok 19 sangat kompak.

“Kerjasama dari semua anggota kelompok ini, luar biasa. Kami juga sangat bersyukur dan bangga mendapat DPL Pak Nana. Untuk itu, kami berterima kasih atas bimbingan dan arahan beliau, mulai dari tahap obesrvasi hingga penutupan. Beliau sangat berperan akan keberhasilan kelompok kami dalam KKN ini,” akunya.

Di tempat yang sama, DPL Kelompok 19 KKN Unma Banten tahun 2026, Nana Sutisna mengatakan, prestasi kelompok dan penghargaan yang diberikan LPPM, tak terlepas dari kerjasama semua pihak dan dukungan Pemkab Pandeglang melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang, Camat Sukaresmi, para narasumber, Kepala Desa, Perangkat Desa dan warga Desa Weru.

“Pokoknya luar biasa. Kami berharap, apa yang telah kami mulai, dapat menjadi pijakan dalam mewujudkan smart village, khususnya dalam program Digitalisasi Pelayanan Administrasi Pemerintahan Desa Weru, sehingga mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya. (**)

Pos terkait