Aktif di PWI, SMSI dan KAHMI, Azharudin Regar Pilih Lanjutkan Studi S2 di UIN SMH Banten

SERANG, gerbangbanten.com– Semangat untuk terus menimba ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat mengantarkan Azharudin Salim Regar melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) pada Program Studi Islam Interdisipliner, Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.

Azharudin berasal dari keluarga sederhana yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual pakaian, sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja proyek. Dalam perjalanan hidupnya, ia juga pernah mencoba berwirausaha dengan berjualan patung lumba-lumba sebelum akhirnya lebih fokus pada dunia organisasi, sosial, dan jurnalistik.

Ia mengaku keputusan melanjutkan studi S2 tidak lepas dari dorongan keluarga yang berharap dirinya dapat memiliki masa depan lebih baik. Namun, Azharudin menilai bahwa ukuran kesuksesan tidak semata-mata ditentukan oleh status pekerjaan atau jabatan tertentu.

“Keluarga memang berharap saya menjadi ASN, tetapi menurut saya sukses itu bukan hanya soal status pekerjaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi keluarga sendiri, dan kalau bisa lebih luas lagi kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Selama menempuh pendidikan, Azharudin aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan sosial. Ia tercatat pernah bergabung di Ikatan Mahasiswa Cilegon, HMI Komisariat Ushada, menjadi Wakil Ketua IKAHIMSI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Sejarah Indonesia), serta Pengawas Koperasi Mahasiswa Al-Hikmah UIN SMH Banten.

Selain itu, saat ini ia juga aktif di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI).

Latar belakang akademiknya berasal dari Jurusan Sejarah Peradaban Islam. Karena itu, ia memilih Program Studi Islam Interdisipliner untuk memperluas wawasan keilmuan sekaligus mengembangkan kemampuan analisis terhadap persoalan sosial dan kemasyarakatan.

Menurut Azharudin, lingkungan sosial tempat ia dibesarkan membuatnya melihat pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Kota Cilegon dan Banten pada umumnya.

“Saya dibesarkan dalam aktivitas sosial. Saya melihat masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama kualitas SDM. Karena itu saya ingin terus belajar, mengembangkan ilmu, dan mudah-mudahan bisa berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Ketertarikannya pada dunia sosial semakin kuat sejak semester 8 saat menempuh S1, ketika ia mulai fokus di dunia jurnalistik. Dari aktivitas tersebut, ia banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat dan memahami bahwa ilmu pengetahuan seharusnya bermuara pada pengabdian kepada sesama.

Ia juga mengaku termotivasi oleh sejumlah senior dan sahabat yang konsisten mengembangkan keilmuan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata untuk membimbing generasi muda.

Bagi Azharudin, melanjutkan pendidikan S2 bukan sekadar mengejar gelar akademik, melainkan bagian dari ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas.

“Saya ingin ilmu yang dipelajari tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan nyata dan memberikan dampak positif bagi orang lain,” pungkasnya.

Pos terkait