Serang — Mahasiswa Program Studi Manajemen S-1 Universitas Pamulang Kampus Serang sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Minggu, 03 Mei 2026, bertempat di aula Kelurahan Cipocok Jaya, Jl. Bhayangkara, Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.
Kegiatan bertema “Edukasi Digital Marketing berbasis Media Sosial dalam Meningkatkan Brand Awareness pada Sate Jando Serang Melalui Optimalisasi Kapasitas SDM” ini menyasar para pelaku dan karyawan UMKM kuliner ternama di Kota Serang tersebut. Acara berlangsung mulai pukul 07.00 hingga selesai, dihadiri oleh dosen pembimbing, mahasiswa, pemilik usaha, para audiens serta perwakilan dari Kelurahan Cipocok Jaya.
Di era perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk beradaptasi dalam strategi pemasaran mereka. Sate Jando Serang, salah satu UMKM kuliner yang telah berdiri dan dikenal di Kota Serang, menghadapi tantangan dalam memaksimalkan potensi pasar melalui saluran digital.
Meski kualitas produk tidak diragukan, jangkauan promosi masih terbatas pada pelanggan setia dan promosi konvensional dari mulut ke mulut.
Digital marketing menawarkan solusi yang terukur, fleksibel secara biaya, dan mampu menjangkau konsumen secara lebih luas dibandingkan pemasaran konvensional.
Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, sebuah UMKM dapat membangun brand awareness yang kuat bahkan dengan modal minimal. Atas dasar itulah, tim mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang menginisiasi kegiatan PKM ini sebagai bentuk kontribusi nyata ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Foto: Pemateri menyampaikan materi kepada peserta PKM
Kegiatan PKM dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan persiapan sarana dan prasarana oleh seluruh panitia. Pendaftaran peserta dilaksanakan pada pukul 07.00–08.00 WIB, dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang penuh khidmat mulai pukul 08.00 WIB.
Acara pembukaan dipandu oleh MC Nurhalimah dan Vara Salsabila, diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan dosen pembimbing PKM yaitu Bpk. Ayi Ayatullah S.E., M.M., kemudian sambutan dari Owner Sate Jando Serang, Bapak (Purn) AKBP. Wagiono S.H., M.Si., sambutan dari Perwakilan Lurah Cipocok Jaya, yaitu Bapak Ghozi Algiffary serta laporan Ketua Pelaksana PKM, yaitu Pramudya Alfiansyah.
Pukul 09.00–09.45 WIB merupakan sesi inti yaitu penyampaian materi oleh dua pemateri utama, Farhan Nanda Setiawan dan Pramudya Alfiansyah. Mereka membawakan materi bertajuk “Edukasi Digital Marketing Berbasis Media Sosial dalam Meningkatkan Brand Awareness pada Sate Jando Serang melalui optimalisasi kapasitas SDM”. Materi mencakup pengertian digital marketing, perbedaan pemasaran konvensional dan digital, komponen utama digital marketing, konsep brand awareness, serta strategi pemilihan platform media sosial yang tepat.
Pada pukul 09.50–10.30 WIB, dilaksanakan sesi workshop praktis di mana peserta diajak langsung menggunakan aplikasi Canva untuk merancang desain menu digital.
Peserta dibimbing membuka aplikasi Canva, memilih template menu, mengganti nama produk dan harga, menambahkan foto makanan, menyesuaikan warna sesuai identitas merek, hingga menyimpan dan mengunduh hasil desain. Kegiatan ice breaking dan games pada pukul 10.40–11.20 WIB semakin menghidupkan suasana. Acara ditutup sekitar pukul 11.30 WIB dengan pemberian cendera mata, penutupan oleh MC, dan sesi foto bersama seluruh peserta, panitia, dan dosen.
Salah satu dampak paling signifikan dari kegiatan PKM ini adalah terjadinya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Sate Jando Serang.
Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar karyawan dan pengelola UMKM ini belum memiliki pemahaman yang memadai tentang pemanfaatan platform digital untuk keperluan promosi dan pemasaran.
Melalui sesi edukasi dan workshop yang terstruktur, para peserta kini dibekali kompetensi nyata yang dapat langsung diterapkan dalam operasional bisnis sehari-hari.
Dari sisi optimalisasi SDM, peserta tidak hanya memahami konsep digital marketing secara teoritis, tetapi juga terlatih secara praktis dalam tiga kompetensi utama. Pertama, kemampuan membuat dan mengelola konten media sosial yang menarik — mulai dari fotografi produk menggunakan smartphone, editing video dengan CapCut, hingga desain grafis profesional menggunakan Canva.
Kedua, pemahaman strategi pemilihan platform yang tepat: Instagram untuk membangun identitas visual merek, TikTok untuk menjangkau audiens muda secara organik, dan WhatsApp Business sebagai jembatan transaksi langsung dengan pelanggan.
Ketiga, kemampuan membaca dan menganalisis indikator kinerja (KPI) digital seperti reach, engagement rate, dan pertumbuhan followers sebagai dasar pengambilan keputusan promosi ke depan.
Bapak (Purn) AKBP. Wagiono S.H., M.Si. selaku Owner Sate Jando Serang menyambut antusias kegiatan ini.
“Selama ini kami belum memaksimalkan penggunaan media sosial untuk promosi. Dengan adanya pelatihan ini, tim kami mendapatkan bekal yang sangat praktis untuk mulai merambah dunia digital marketing,” ungkapnya.
Perwakilan Lurah Cipocok Jaya, yaitu Bapak Ghozi Algiffary turut memberikan apresiasi atas berjalannya kegiatan PKM kali ini. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena benar-benar menjawab kebutuhan nyata UMKM di wilayah kami. Semoga kegiatan serupa dapat berlanjut secara rutin agar daya saing pelaku usaha lokal Kota Serang terus meningkat,” tuturnya.
Bpk. Ayi Ayatullah S.E., M.M., selaku perwakilan dosen pembimbing turut menegaskan makna kegiatan ini. “PKM ini merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada pilar pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus, tetapi juga berkontribusi langsung pada pemberdayaan ekonomi lokal,” tegasnya.
Para peserta yang terdiri dari karyawan dan pemilik UMKM pun terlihat aktif selama sesi berlangsung, khususnya pada saat praktik langsung menggunakan Canva dan berdiskusi mengenai strategi konten di TikTok dan Instagram.
Kegiatan PKM yang digelar mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang ini membuktikan bahwa digital marketing berbasis media sosial adalah alat yang paling demokratis dan dapat diakses oleh seluruh lapisan pelaku UMKM. Dengan modal yang minimal, konsistensi yang terencana, dan pemahaman yang baik tentang platform dan konten, setiap UMKM — termasuk Sate Jando Serang — memiliki peluang yang sama untuk membangun brand awareness yang kuat dan meningkatkan penjualan secara signifikan.
Ke depannya, diharapkan Sate Jando Serang secara konsisten menerapkan strategi yang telah diajarkan: aktif di Instagram dan TikTok dengan konten berkualitas, mengoptimalkan WhatsApp Business sebagai sarana transaksi, serta memantau indikator keberhasilan (KPI) secara berkala agar strategi dapat terus disempurnakan. Dengan sinergi antara dunia akademik dan pelaku UMKM, pertumbuhan ekonomi lokal Kota Serang diharapkan semakin menggeliat dan berdaya saing di era digital.






