SERANG (gerbangbanten.com) – Ketua DPRD Banten H. Fahmi Hakim menerima audiensi perwakilan Kawasan Industri Pulo Ampel, Bojonegoro, dan Kramatwatu yang tergabung dalam HRD Forum Serang Barat di Ruang Komisi IV DPRD Banten, Selasa (21/10/25).
Pertemuan ini membahas kemacetan parah yang terjadi di Jalan Raya Puloampel Bojonegoro Cilegon akibat meningkatnya aktivitas kendaraan berat dari kawasan industri. Ketua HRD Forum Serang Barat, Abdul Muhit, menyampaikan keresahan para pelaku industri terhadap padatnya arus lalu lintas yang kini menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
“Kami memahami pertumbuhan ekonomi dari aktivitas industri, namun perlu ada solusi agar tidak mengganggu lalu lintas,” ujar Muhit.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, menjelaskan bahwa Pemprov Banten tengah memproses pengaturan jam operasional kendaraan berat melalui Peraturan Gubernur (Pergub). “Kami sudah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota. Diharapkan ada keseragaman agar tidak terjadi penumpukan truk di perbatasan wilayah,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim menilai kemacetan di jalur industri Serang Barat kini menjadi isu serius yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas lalu lintas.
“DPRD akan mengambil langkah strategis dalam fungsi pengawasan. Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur agar segera ada solusi, apalagi pasca penutupan tambang di Jawa Barat membuat aktivitas tambang bergeser ke wilayah Banten,” tegas Fahmi.






